Tampilkan postingan dengan label kurikulum merdeka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurikulum merdeka. Tampilkan semua postingan

TP dan KKTP Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 1 Aku yang Unik + Ulangan Online

Andro Tama Agustus 26, 2026

TP dan KKTP Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 1: Aku yang Unik

Materi Bahasa Indonesia Kelas V Bab 1 “Aku yang Unik” mengajak murid memahami informasi tentang diri dan tokoh, mengenali ciri serta sifat, menemukan informasi tersurat dan tersirat, menggunakan kata sifat, sinonim dan antonim, serta menghasilkan karya berupa paragraf deskripsi dan puisi akrostik.

TP dan KKTP Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 1 Aku yang Unik + Ulangan Online


Tujuan Pembelajaran (TP) Bahasa Indonesia Bab 1

Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu memahami informasi tentang diri atau tokoh dan menyajikan deskripsi diri secara runtut dan kreatif.

Lingkup Materi Bab 1 Aku yang Unik

Materi yang dipelajari dalam Bab 1 meliputi:

  • Mengidentifikasi ciri fisik dan sifat tokoh.
  • Menemukan informasi tersurat dalam teks.
  • Menemukan informasi tersirat atau membuat inferensi berdasarkan teks.
  • Menentukan bukti yang mendukung sifat tokoh.
  • Mengenal dan menggunakan kata sifat.
  • Menentukan sinonim dan antonim.
  • Menyusun paragraf deskripsi tentang diri atau teman.
  • Mengenal dan membuat puisi akrostik.
  • Menyunting pilihan kata dan kalimat agar sesuai dengan isi teks.

KKTP Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 1

KKTP atau Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran digunakan untuk melihat sejauh mana murid telah mencapai tujuan pembelajaran pada Bab 1.

No. Kriteria Bukti Ketercapaian
1 Menemukan informasi tersurat dan tersirat Murid dapat menemukan informasi yang tertulis langsung, menyimpulkan informasi tersirat, serta menunjukkan bukti dari teks.
2 Memilih kosakata yang tepat Murid dapat menggunakan kata sifat, sinonim, dan antonim sesuai dengan konteks kalimat.
3 Menyusun teks deskripsi Murid dapat menyusun kalimat menjadi paragraf deskripsi yang runtut tentang diri atau tokoh.
4 Mengenal dan menghasilkan puisi akrostik Murid memahami ciri puisi akrostik dan dapat membuat puisi berdasarkan nama atau kata tertentu.
5 Menyunting karya Murid dapat menemukan kata atau kalimat yang kurang tepat dan memperbaikinya sesuai dengan isi teks.

Contoh Kemampuan yang Harus Dikuasai Murid

Contoh teks:

“Dina selalu membantu teman yang kesulitan. Ia juga berbicara dengan sopan kepada guru dan teman-temannya.”

Murid diharapkan dapat:

  • Menentukan sifat Dina, misalnya peduli dan sopan.
  • Menemukan kalimat yang menjadi bukti sifat tokoh.
  • Membedakan informasi tersurat dan tersirat.
  • Menentukan sinonim atau antonim kata sifat.
  • Menyusun kalimat deskriptif yang runtut.
  • Memperbaiki kata yang tidak sesuai dengan konteks.

Asesmen Sumatif Bahasa Indonesia Bab 1

Setelah mempelajari Bab 1 “Aku yang Unik”, murid dapat mengikuti ulangan online untuk mengukur pemahaman terhadap materi.

Ulangan terdiri dari 30 soal pilihan ganda dengan stimulus bacaan, soal inferensi, kata sifat, sinonim–antonim, paragraf deskripsi, puisi akrostik, serta beberapa soal visual. Setelah selesai mengerjakan, murid dapat langsung melihat nilai, jumlah jawaban benar dan salah, serta pembahasan setiap soal.

📝 Siap Mengerjakan Ulangan?

Baca setiap teks dengan teliti, perhatikan bukti dalam bacaan, dan pilih jawaban yang paling tepat.

▶ Mulai Ulangan Bahasa Indonesia Bab 1

Tips mengerjakan:
Jangan terburu-buru memilih jawaban. Untuk soal tentang sifat tokoh atau informasi tersirat, cari terlebih dahulu bukti dari tindakan, ucapan, atau peristiwa dalam teks.


TP dan KKTP Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 1 Aku yang Unik + Ulangan Online

TP dan KKTP Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 1 Aku yang Unik + Ulangan Online

TP dan KKTP Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 1 Aku yang Unik + Ulangan Online

TP dan KKTP Bahasa Indonesia Kelas 5 Bab 1 Aku yang Unik + Ulangan Online


Bahasa Indonesia Kelas V • Bab 1 Aku yang Unik • Tujuan Pembelajaran • KKTP • Asesmen Sumatif • Ulangan Online

TP dan KKTP Matematika Kelas 5 Bab 1 Bilangan Cacah sampai 1.000.000 + Ulangan Online

Andro Tama Agustus 26, 2026

TP dan KKTP Matematika Kelas 5 Bab 1: Bilangan Cacah sampai 1.000.000

Materi Matematika Kelas V Bab 1 membahas bilangan cacah sampai 1.000.000. Pada bab ini murid tidak hanya belajar membaca dan menulis bilangan, tetapi juga memahami nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menyusun dan menguraikan bilangan, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah sehari-hari.

TP dan KKTP Matematika Kelas 5 Bab 1 Bilangan Cacah sampai 1.000.000 + Ulangan Online

Tujuan Pembelajaran (TP) Matematika Bab 1

Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu membaca, menulis, membandingkan, mengurutkan, serta menggunakan nilai tempat bilangan cacah sampai 1.000.000 dan menerapkannya dalam berbagai situasi serta permasalahan sehari-hari.

Lingkup Materi Bab 1

Materi yang dipelajari dalam Bab 1 meliputi:

  • Membaca bilangan cacah sampai 1.000.000.
  • Menulis bilangan cacah sampai 1.000.000.
  • Menentukan nilai tempat suatu angka.
  • Menentukan nilai angka berdasarkan posisinya.
  • Membandingkan dua bilangan cacah.
  • Mengurutkan beberapa bilangan.
  • Melakukan komposisi atau menyusun bilangan berdasarkan nilai tempat.
  • Melakukan dekomposisi atau menguraikan bilangan.
  • Melakukan operasi bilangan cacah sampai 100.000.
  • Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan uang dan kehidupan sehari-hari.

KKTP Matematika Kelas 5 Bab 1

KKTP atau Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran digunakan untuk melihat bukti bahwa murid telah mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

No. Kriteria Bukti Ketercapaian
1 Membaca dan menulis bilangan Murid dapat mengubah bentuk angka menjadi nama bilangan dan sebaliknya dengan tepat.
2 Menentukan nilai tempat Murid dapat menentukan ratus ribuan, puluh ribuan, ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan serta nilai angka pada suatu bilangan.
3 Membandingkan dan mengurutkan Murid dapat menggunakan tanda >, <, dan = serta mengurutkan beberapa bilangan dengan benar.
4 Komposisi dan dekomposisi Murid dapat menyusun bilangan berdasarkan nilai tempat dan menguraikan bilangan menjadi bentuk nilai tempatnya.
5 Pemecahan masalah Murid dapat memilih dan melakukan operasi hitung yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan uang atau kehidupan sehari-hari.

Contoh Kemampuan yang Harus Dikuasai Murid

Contoh bilangan: 583.742

Murid diharapkan dapat:

  • Membaca: lima ratus delapan puluh tiga ribu tujuh ratus empat puluh dua.
  • Menentukan nilai tempat angka 8: puluh ribuan.
  • Menentukan nilai angka 8: 80.000.
  • Menguraikan: 500.000 + 80.000 + 3.000 + 700 + 40 + 2.
  • Membandingkannya dengan bilangan lain.
  • Menggunakan bilangan tersebut dalam soal kontekstual.

Asesmen Sumatif Bab 1

Setelah menyelesaikan pembelajaran Bab 1, murid dapat mengikuti ulangan atau asesmen sumatif secara online.

Soal terdiri dari 30 pilihan ganda yang mencakup pemahaman konsep, penerapan, dan pemecahan masalah. Beberapa soal dilengkapi tabel, garis bilangan, gambar uang, daftar harga, serta situasi kontekstual agar murid tidak hanya menghafal prosedur berhitung.

📝 Siap Mengerjakan Ulangan?

Pastikan sudah memahami materi Bilangan Cacah sampai 1.000.000. Klik tombol berikut untuk mulai mengerjakan.

▶ Mulai Ulangan Matematika Bab 1

Catatan untuk murid:
Kerjakan dengan teliti. Jika menemukan soal cerita, baca informasi yang diketahui, tentukan apa yang ditanyakan, pilih operasi hitung yang tepat, kemudian periksa kembali jawabanmu.



Matematika Kelas V • Bab 1 Bilangan Cacah sampai 1.000.000 • Tujuan Pembelajaran • KKTP • Ulangan Online

```

Studi Kasus RPP Berbasis Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar

Andro Tama Juli 16, 2025

Studi Kasus RPP Berbasis Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar

Oleh: Hendro Utomo – Guru SD & Fasilitator PPM



Pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan pendekatan yang menekankan proses belajar aktif, reflektif, dan kontekstual bagi siswa. Untuk memberikan gambaran nyata penerapan pendekatan ini, berikut kami sajikan dua studi kasus implementasi RPP Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar, masing-masing dengan pendekatan yang berbeda.


📘 Studi Kasus 1: RPP Pembelajaran Mendalam Berbasis Proyek

Latar Belakang

Di SD Negeri Harapan Bangsa, kelas V, guru IPAS menghadapi tantangan kurangnya partisipasi aktif siswa dalam memahami konsep siklus air. Guru menyusun RPP dengan pendekatan pembelajaran mendalam agar pembelajaran lebih bermakna.

Identitas RPP

  • Mata Pelajaran: IPAS

  • Kelas/Semester: V / Genap

  • Topik: Siklus Air

  • Durasi: 2 x 35 menit

Dimensi profil lulusan 

  1. keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, 

  2. kewargaan, 

  3. kreativitas, 

  4. penalaran kritis, 

  5. kolaborasi, 

  6. kemandirian, 

  7. kesehatan, dan 

  8. komunikasi

Kerangka Pembelajaran

  • Praktik Pedagogik: Diskusi kelompok, bermain peran.

  • Lingkungan Belajar: Poster, video, suasana kolaboratif.

  • Kemitraan: Wawancara dengan petugas sekolah.

  • Digital: Menonton video, membuat poster digital.

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan proses siklus air secara ilmiah.

  2. Merancang kampanye hemat air.

  3. Merefleksikan pentingnya menjaga ketersediaan air bersih.

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Awal

  • Guru menyapa dan memulai pembelajaran dengan pertanyaan kontekstual seputar air.

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.

  • Menjelaskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna, menggembirakan.

❤️ Prinsip Utama PPM dalam Kegiatan Ini

Berkesadaran

  • Guru sadar bahwa materi siklus air bukan sekadar hafalan, tapi untuk menyadarkan siswa akan krisis air global.

Bermakna

  • Siswa membuat kampanye bukan untuk nilai, tetapi untuk tujuan nyata: mengajak teman-teman mereka peduli air.

Menggembirakan

  • Proses kreatif, diskusi kelompok, dan presentasi membuat belajar jadi seru dan terasa hidup.

Kegiatan Inti

Pengalaman Belajar

  • Memahami: Menonton video siklus air dan diskusi kelompok.

  • Mengaplikasikan: Membuat kampanye hemat air.

  • Merefleksikan: Menulis jurnal tentang kebiasaan hemat air

1. Memahami

Siswa belajar:

  • Proses kondensasi, evaporasi, presipitasi

  • Pentingnya air dalam kehidupan

  • Ancaman kekurangan air akibat kebiasaan boros

📘 Sumber belajar: video animasi, diskusi kelas, eksperimen sederhana (menguapkan air)

2. Mengaplikasikan

Siswa diminta:

  • Mengidentifikasi kebiasaan boros air di rumah/sekolah

  • Membuat poster kampanye, brosur, atau video pendek

  • Menyusun pesan-pesan hemat air yang efektif

💡 Mereka bekerja dalam kelompok dan menyusun strategi kampanye sesuai kondisi sekolah.

3. Merefleksikan

Di akhir proyek, siswa menulis atau mendiskusikan:

  • Apa yang mereka pelajari?

  • Apakah mereka sendiri sudah hemat air?

  • Apa tantangan saat membuat kampanye?

📋 Guru memberikan panduan refleksi:

“Apa hal yang membuatmu berpikir lebih dalam hari ini?”

Kegiatan Akhir

  • Siswa dan guru merefleksikan hasil pembelajaran hari ini.

  • Guru menyimpulkan materi dan memberikan penguatan nilai-nilai Pancasila.

Asesmen Akhir Pembelajaran

  • Teknik: Tes

  • Bentuk: Soal Esai

  • Instrumen:

    1. Jelaskan proses terjadinya hujan!

    2. Mengapa penting melakukan kampanye hemat air di sekolah?

    3. Apa yang kamu lakukan di rumah untuk menghemat air?

    4. Ceritakan pengalamanmu saat membuat poster kampanye!

    5. Apa saja nilai Pancasila yang kamu terapkan dalam kegiatan hari ini?


📗 Studi Kasus 2: RPP Pembelajaran Mendalam dengan Model Problem Based Learning (PBL)

Latar Belakang

Di SD Negeri Cendekia, kelas V, guru IPAS menyusun RPP dengan model Problem Based Learning karena siswa kurang memahami dampak kekurangan air bersih.

Identitas RPP

  • Mata Pelajaran: IPAS

  • Kelas/Semester: V / Genap

  • Topik: Ketersediaan Air Bersih

  • Durasi: 2 x 35 menit

Dimensi profil lulusan 

  1. keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, 

  2. kewargaan, 

  3. kreativitas, 

  4. penalaran kritis, 

  5. kolaborasi, 

  6. kemandirian, 

  7. kesehatan, dan 

  8. komunikasi

Kerangka Pembelajaran

  • Praktik Pedagogik: Diskusi berbasis masalah.

  • Lingkungan Belajar: Observasi, zona diskusi.

  • Kemitraan: Wawancara dengan warga sekolah.

  • Digital: Poster digital kampanye.


Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi masalah air bersih di lingkungan sekitar.

  2. Mengusulkan solusi melalui kampanye hemat air.

  3. Menyampaikan refleksi atas peran mereka dalam menjaga sumber air.

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Awal

  • Menyapa siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran.

  • Menayangkan video singkat tentang krisis air dan mengaitkan dengan prinsip pembelajaran.

  • Rumusan Masalah

    "Bagaimana cara membantu masyarakat di lingkungan sekolah agar hemat air dan menjaga kebersihan sumber air?"

Kegiatan Inti

Langkah-Langkah Problem Based Learning

  1. Orientasi Masalah: Menonton video krisis air (→ Memahami)

  2. Pengorganisasian Belajar: Diskusi kelompok masalah air (→ Memahami)

  3. Investigasi Mandiri: Wawancara petugas sekolah (→ Mengaplikasikan)

  4. Pengembangan Solusi: Membuat kampanye hemat air (→ Mengaplikasikan)

  5. Presentasi Hasil: Presentasi kelompok (→ Merefleksikan)

  6. Refleksi dan Evaluasi: Diskusi nilai & pelajaran yang diperoleh (→ Merefleksikan)


Kegiatan Akhir

  • Guru membimbing refleksi pembelajaran bersama siswa.

  • Menyimpulkan hasil diskusi dan penguatan sikap positif.

Asesmen Akhir Pembelajaran

  • Teknik: Tes

  • Bentuk: Soal Esai

  • Instrumen:

    1. Ceritakan kembali permasalahan air yang kamu pelajari!

    2. Apa ide kampanye hemat air dari kelompokmu?

    3. Bagaimana perasaanmu saat menyampaikan solusi di depan kelas?

    4. Apa manfaat dari wawancara yang kamu lakukan?

    5. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?


🧠 Perubahan Pola Pikir Siswa Berdasarkan Karakteristik Akademik

Dalam dua studi kasus di atas, terdapat dua tipe siswa yang umum ditemukan di kelas: siswa dengan capaian akademik tinggi dan siswa dengan capaian akademik rendah.

Siswa dengan Nilai Tinggi

Awalnya, siswa dengan nilai tinggi cenderung fokus pada pencapaian nilai sempurna dan jawaban yang benar secara teori. Namun, dalam pembelajaran mendalam, mereka mulai terbiasa bekerja secara kolaboratif, mengekspresikan pendapat, dan memahami pentingnya proses, bukan hanya hasil. Mereka mulai mengembangkan pola pikir bertumbuh, menerima kritik dari teman, dan belajar mendengarkan.

Siswa dengan Nilai Rendah

Siswa dengan capaian rendah biasanya pasif dan kurang percaya diri. Namun, dalam dua model pembelajaran ini, mereka diberi ruang untuk berkontribusi sesuai kekuatan masing-masing, misalnya membuat poster, mencari informasi, atau menyampaikan hasil wawancara. Hal ini memberi mereka pengalaman sukses kecil yang membangun kepercayaan diri. Beberapa mulai berani bertanya, aktif berdiskusi, dan merasa dihargai.

Dampak Umum

Pendekatan pembelajaran mendalam yang kontekstual, berorientasi solusi, dan berbasis kolaborasi terbukti memberikan ruang tumbuh bagi semua jenis siswa. Perubahan tidak hanya terjadi pada penguasaan materi, tetapi juga pada cara berpikir dan sikap belajar mereka.


🎥 Tambahan Video Praktik Pembelajaran Mendalam

Untuk melihat praktik langsungnya di kelas, kamu bisa menonton video berikut ini:

Tonton Videonya di YouTube

(Atau embed video langsung di tengah artikel blog kamu jika menggunakan Blogger)


✍️ Penutup

Dua studi kasus di atas menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam dapat diterapkan dengan berbagai pendekatan yang relevan dan kontekstual. Baik melalui proyek maupun pemecahan masalah, siswa belajar menjadi pembelajar aktif yang kritis dan reflektif.

Guru memiliki peran penting dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan mampu membentuk karakter. Semoga dua studi kasus ini bisa menjadi inspirasi praktik baik di sekolah Anda.